Pertamina Retail Tetap Semangat, Memberikan Yang Terbaik Untuk Pertamina dan Indonesia

Jakarta, 18 Januari 2021 – PT Pertamina Retail (PTPR) menutup penghujung tahun 2020 dengan capaian positif. Upaya dan strategi apa saja yang dilakukan PTPR hingga mampu tetap bertahan di tengah pandemi, bahkan berhasil membukukan keuntungan tujuh kali lipat.

“Hingga akhir tahun ini, tepatnya November 2020, Alhamdulillah PTPR sudah berhasil mencatat beberapa pencapaian. Kami telah berhasil menambah SPBU di jalan tol sebanyak tujuh unit. Selain itu kami juga berhasil mengembangkan unit Pertashop di desa-desa hingga lebih dari seribu titik di tahun 2020 ini”. penuturan Direktur Utama PT Pertamina Retail (PTPR), Iin Febrian kepada Energia

Hal itu tentu berdampak pada pencapaian kinerja finansial kami. Profit PTPR hingga November 2020 sebesar Rp 219 miliar. Angka tersebut jauh lebih dari prediksi kami, yakni tujuh kali lipat dari RKAP revisi. Insya Allah, kami prediksi hingga akhir tahun pencapaian kami melebihi dari profit di tahun 2019, yaitu sebanyak Rp 229 miliar.

Jumlah tersebut pastinya melebihi dari target yang telah ditetapkan oleh holding. Dibanding RKAP revisi, pencapaian profit kami hingga tujuh kali lipat lebih besar dari pada RKAP revisi. Kami proyeksikan profit tahun ini bisa mencapai bahkan melebihi target, yaitu Rp 235 miliar. Kami berharap tahun ini bisa mencapai angka di atas Rp 240 miliar.

Pandemi Covid-19 cukup berpengaruh pada kegiatan bisnis operasi kami. PTPR mengalami tekanan penurunan dari demand yang cukup besar, hingga kumulatif mencapai 12 persen dibanding tahun 2019. Namun, tentu semua perwira PTPR tidak menyerah karena kondisi seperti ini.

Kami berupaya merubah tantangan menjadi peluang dengan energi positif yang dimiliki oleh semua Perwira PTPR. Ternyata hasilnya luar biasa, dan mampu untuk terus mengembangkan upaya-upaya menambah revenue dari PTPR itu sendiri.

Kami terus berupaya meningkatkan hal tersebut, seiring dengan langkah-langkah pengembangan revenue. Kami juga berupaya menekan biaya cost leadership turun hingga 20 persen. Kombinasi kedua langkah ini yang kemudian bisa meyakinkan bahwa pencapaian profit kami di 2020, Insya Allah lebih baik dari 2019.

Ketika pandemi di awal melanda, kami langsung menerapkan strategi baru yang berbeda dengan sebelumnya. Yaitu strategi pertumbuhan, kami ubah menjadi survival strategi. Survival strategi ini terdiri atas enam pilar, pertama adalah bagaimana memitigasi resiko Covid-19. Ini sebagai upaya dalam melindungi setiap insan Perwira PTPR. Kami berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi terbaik untuk dapat melindungi setiap Perwira PTPR agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

Kedua ialah dengan melakukan transformasi sumber daya manusia (SDM). Transformasi SDM adalah modal dasar yang paling utama untuk dapat meyakinkan pencapaian dari tujuan perusahaan dapat diwujudkan bersama. Ketiga adalah penerapan strategi digitalisasi semua proses bisnis. Keempat ialah mencari peluang cara kerja baru, kelima adalah berupaya mengembangkan revenue kami, menambah outlet dan mengembangkan bisnis baru. Pilar yang terakhir adalah cost leadership.

Semua pilar ini dilaksanakan dengan baik oleh Perwira PTPR, mulai dari awal pandemi belanda, hingga November. Alhamdulillah upaya tersebut membuahkan hasil, outlet kami bertambah, bisnis baru berkembang dan profit kami melebihi dari target.

Kami yakinkan itu terlaksana dengan baik. Sebagai contoh, ketika awal pandemi dan PSBB dilaksanakan, perwira PTPR justru berupaya keras untuk agresif mengembangkan potensi bisnis. Dimana saat itu kami kembangkan 30 unit Pertashop dan mulai beroperasi di tanggal 20 Mei 2020. Alhamdulillah omzet penjualannya pun sangat tinggi. Ini menjadi motivasi bagi perwira PTPR untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Sama halnya dengan Pertamina Group, pasti akan menghadapi tantangan yang luar biasa di masa yang akan datang. Disruption yang terjadi tidak hanya terkait dengan perubahan perilaku pelanggan, tapi juga peralihan kebutuhan energi primer pelanggan itu sendiri.

Oleh karenanya, tentu kami semua harus siap menjawab tantangan dan perubahan perilaku tersebut. Menjawab disruption tersebut, kunci utama untuk bisa menghadapi disruption ini adalah terkait kesiapan SDM. Kami fokus untuk mengembangkan SDM ataupun Perwira PTPR menjadi Perwira yang tangguh, inovatif dan adaptif merespon perubahan itu sendiri.

Pesannya hanya satu, kita tetap harus semangat walaupun pandemi ini masih melanda. Tentu kita akan tumbuh dan berkembang bersama-sama, kolaborasi bersinergi dengan pihak terkait. Mulai dari pemerintah, BUMN, bahkan dengan perusahaan nasional. Kembali lagi melaksanakan amanah dari Direktur Utama Pertamina, yaitu meyakinkan bahwa Pertamina adalah sebagai penggerak utama dari pertumbuhan ekonomi. Tetap semangat dan tetap berkarya memberikan yang terbaik bagi perusahaan tercinta.