Fuel Ritel

Fuel Ritel

  1. Pertamax Turbo

    Pertamax Turbo, adalah produk unggulan Pertamina dengan RON tertinggi 98 yang dikembangkan bersama Lamborghini untuk memenuhi kebutuhan kendaraan bermesin bensin dengan teknologi tinggi.

    Kalau kamu ingin kemampuan drivability (kelincahan) kendaraanmu menjadi lebih baik, mesin lebih bertenaga sekaligus peduli dengan perbaikan kualitas udara, maka menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo adalah pilihan yang tepat!

    Pertamax Turbo dengan RON 98 dan kandungan sulfur dibawah 50 ppm memenuhi standar EURO 4, juga dilengkapi dengan formula PERTATEC (Pertamina Technology) dan Ignition Boost Formula. Sebuah formula yang dirancang untuk menjaga mesin dari karat, membuat mesin lebih tahan lama, pemakaian bahan bakar yang lebih efisien, juga meningkatkan akselerasi kendaraan.

  2. Pertamax
    Merupakan bahan bakar bensin dengan angka oktan minimal 92 berstandar international. Pertamax sangat direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI).

    Dengan ecosave technology, Pertamax mampu membersihkan bagian dalam mesin (detergency), Pertamax juga dilengkapi dengan pelindung anti karat pada dinding tangki kendaraan, saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin (corrotion inhibitor), serta mampu menjaga kemurnian bahan bakar dari campuran air sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna (demulsifier).

  3. Pertalite
    Merupakan bahan bakar gasoline yang memiliki angka oktan 90 serta berwarna hijau terang dan jernih ini sangat tepat digunakan oleh kendaraan dengan kompresi 9:1 hingga 10:1. Bahan bakar Pertalite memiliki angka oktan yang lebih tinggi daripada bahan bakar Premium 88 sehingga lebih tepat digunakan untuk kendaraan bermesin bensin yang saat ini beredar di Indonesia. Dengan tambahan additive, Pertalite mampu menempuh jarak yang lebih jauh dengan tetap memastikan kualitas dan harga yang terjangkau.
  4. Premium
    Merupakan bahan bakar mesin bensin dengan angka oktan minimal 88 diproduksi sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Np.3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tentang Spesifikasi Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 88. Premium dapat digunakan pada kendaraan bermotor bensin dengan risiko kompresi rendah (dibawah 9:1).
  5. Pertamina Dex
    Merupakan bahan bakar diesel terbaik yang mampu menjadikan kinerja mesin lebih optimal, tangguh, dan bertenaga. Pertamina Dex dilengkapi dengan lubricity dananti foaming of gas.

    Sangat disarankan untuk kendaraan diesel, terutama mesin diesel modern berteknologi Common Rail System yang memang membutuhkan bahan bakar prima dan berkualitas tinggi.

    Dengan kandungan sulfurnya yang rendah (kurang dari 300 ppm) dan dengan angka cetane 53 serta telah memenuhi standar Euro 3, menjadikannya sejajar dengan bahan bakar diesel premium kelas dunia.

  6. Dexlite
    Merupakan varian bahan bakar diesel yang memiliki angka Cetane minimal 51 dan mengandung Sulfur maksimal 1200 ppm, artinya Dexlite adalah jenis bahan bakar diesel yang menghasilkan emisi yang ramah lingkungan serta pemakaian yang irit.

    Dexlite adalah salah satu varian bahan bakar diesel untuk mobil-mobil low SUV dan mobil niaga dengan teknologi commonrail. Pertamina menghadirkan Dexlite sebagai bahan bakar diesel berkualitas namun tetap terjangkau sebagai komitmen untuk melayani kebutuhan bahan bakar masyakarat.

  7. Bio Solar
    Bahan bakar mesin diesel di Indonesia lebih dikenal dengan nama Solar. Padahal ada bahan bakar lainnya yang diberinama DEX Lite dan Perta DEX yang dirilis oleh Pertamina. Semua bahan bakar ini merupakan hasil penyulingan dari minyak bumi dengan kode B-0.

    Pemerintah kini mulai menggalakkan penggunaan campuran minyak nabati ke dalam Solar agar bisa menghemat devisa negara. Apalagi kelapa sawit sebagai sumber minyak nabati, cukup berlimpah di Indonesia. Nah, minyak nabati inilah yang disebut dengan B100.

    Jadi… bahan bakar diesel B20 itu merupakan penggabungan antara Solar (B0) sebanyak 80% dengan minyak kelapa sawit (B100) sebanyak 20%. Jadilah namanya Bio Solar.

  8. Vi-Gas
    Bahan bakar LGV (Liquified Gas for Vehicle) yang diformulasikan untuk kendaraan bermotor terdiri dari campuran Propane (C3) dan Butane (C4) yang spesikasinya disesuaikan untuk keperluan mesin kendaraan bermotor sesuai dengan SK Dirjen Migas No. 2527.K/24/DJM/2007.

    Vi-Gas menjadi bahan bakar alternatif berbentuk gas cair AMAN, HEMAT & Go Green.