
Artikel / Berita / 2025-11-27

Jakarta – Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, PT Pertamina Retail (PERTARE) sebagai anak perusahaan PT Pertamina Patra Niaga sekaligus pengelola SPBU COCO (Company Owned Company Operated), menyediakan BBM jenis Pertamax Green 95. Hal ini merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pilihan bahan bakar yang lebih rendah emisi serta mendukung agenda transisi energi di sektor ritel bahan bakar.
Pertamax Green 95 merupakan produk biofuel yang memadukan Pertamax dengan bioetanol 5% (E5) yang berasal dari hasil olahan molase tebu. Penggunaan etanol sebesar 5% ini telah terstandardisasi oleh Worldwide Fuel Charter (WWFC) guna memastikan bahwa bahan bakar ramah lingkungan ini tidak menyebabkan korosi pada mesin kendaraan.
Corporate Secretary PERTARE, Ardhi Widodo, menyebut, saat ini terdapat 30 SPBU COCO dan 4 SPBU KSO TAC & Full Operate yang menyediakan produk Pertamax Green 95 dan tersebar di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Dari 34 SPBU COCO dan SPBU KSO yang telah menyediakan produk Pertamax Green 95, kami berkomitmen untuk selalu berupaya menambah jaringan SPBU yang menjual bahan bakar nabati ini. Hal ini untuk menghadirkan variasi produk yang lebih berkelanjutan agar masyarakat memiliki pilihan energi yang semakin beragam dan ramah lingkungan,” jelas Ardhi.
Pertamax Green 95 dapat digunakan oleh seluruh kendaraan baik motor maupun mobil yang menggunakan bahan bakar jenis bensin. Dengan kandungan RON 95 dan tambahan bioetanol, Pertamax Green 95 memiliki karakteristik pembakaran yang lebih optimal dan lebih bersih sehingga mendukung pengurangan emisi dari sektor transportasi tanpa mengurangi kenyamanan dan kebutuhan performa kendaraan.
PERTARE terus berupaya mencapai rencana jangka panjang yang bertujuan untuk menjadi perusahaan ritel energi nasional kelas dunia. Melalui semangat Satukan Energi Melayani Negeri, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menyatukan energi untuk keberlanjutan negeri.