Pertamina Retail Capai Target Implementasi Pertashop

Jakarta, 20 Januari 2021 – Pertamina terus berupaya menggulirkan aksesibilitas energi bagi masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan lembaga penyalur resmi Pertamina berskala kecil, yakni Pertashop.

Mengusung program One Village One Outlet, Pertamina menargetkan kedepannya seluruh desa di Indonesia memiliki satu unit Pertashop.

Hingga 2020, Pertamina melalui anak perusahaan yakni PT Pertamina Retail (PTPR) telah berhasil merealisasikan kurang lebih seribu unit Pertashop, baik itu COCO, CODO, maupun DODO.

“Untuk di area Jawa Barat untuk tahun 2020 kami ditargetkan 80 unit Pertashop. Alhamdulillah target tercapai. Secara nasional pun PTPR berhasil mengimplementasikan Pertashop sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujar
Manager Area Jawa Barat, PTPR Yayan, kepada Energia beberapa waktu lalu.

Tak hanya memudahkan masyarakat dalam hal mendapat BBM berkualitas, ia menambahkan, hadirnya Pertashop ini turut memberikan dampak positif lainnya bagi masyarakat sekitar. Antara lain membuka lapangan pekerjaan.

“Pertashop diharapkan membawa dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat karena berada di lokasi yang jauh dari SPBU. Sesuai dengan target perusahaan adalah satu desa, satu Pertashop,” kata dia menambahkan.

Eman Susanto (35) Ketua RT008/009, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah khususnya Pertamina yang telah menghadirkan Pertashop di wilayahnya.

“Hadirnya Pertashop di sangat bermanfaat bagi warga kami. Setelah adanya Pertashop, kami menjadi mudah untuk mengisi bahan bakar. Terima kasih Pertamina telah menghadrikan pertashop di wilayah kami,” ucap Eman.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya. Ali (32) mengatakan bahwa dulu warga sekitar mengalami kendala untuk membeli BBM lantara jarak SPBU yang cukup jauh. “Sekarang lebih mudah karena ada Pertashop. Harganyapun sama seperti di SPBU,” ujar Ali.

Sementara itu Aris Prasetyo (40) operator Pertashop mengungkapkan sangat terbantu dengan hadirnya layanan Pertamina ini, karena telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Adanya Pertashop ini membantu dari sisi ekonomi keluarga saya, karena di kondisi Covid-19 seperti sekarang mencari kerja sangatlah sulit,” ungkap Aris.

Sesuai TKDN

Dalam rangka menggerakan perekonomial nasional, Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Termasuk dalam mengembangkan program Pertashop, dimana 90 persen materialnya menggunakan produk dalam negeri dengan menggandeng manufaktur lokal dalam proses pembuatannya.

“Kecuali dispensing pump nya, masih impor. Kalau material lainnya produk lokal,” jelas Yayan.

Yayan juga memastikan bahwa dalam proses pembuatan hingga pengoperasiannya sesuai dengan aturan HSSE perusahaan. “Pertashop ini didesain memenuhi kaidah HSSE dan telah melalui kajian-kajian yang dilakukan oleh HSSE Pertamina maupun PTPR,” tegasnya.

Terpisah, Sriyono, Plan Manager PT Medina Engineering selaku manufaktur pembuatan Pertashop juga memastikan bahwa material yang digunakan adalah yang terbaik dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Material yang kami pakai saat ini sudah sesuai dengan standar nasional Indonesia. Sementara yang kami import menyesuaikan standarisasi pembuatan tangki,” ujarnya.

Hingga 2020, Media Engineering sudah menyelesaikan 225 unit Pertashop. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendukung program ini.

“Kami optimis dan sangat concern pekerjaan ini sesuai dengan target yang diinginkan,” pungkas Sriyono.